menantang sekali
menjadi petani (peternak) ikan ternyata tidak gampang dan tidak sulit juga.
awal niat ingin menggeluti lobster air tawar (LAT), ternyata bergeser menjadi ikan cupang.
jadi teringat dahulu, waktu sangat menyenangi dan mengkoleksi kemudian mentelantarkan ikan cupang.
jika dirunut ternyata ikan cupang memiliki penggemar yang setia dan yang paling penting, penggemar tersebut selalu beregenerasi.
bukti konkrit adalah fnoviariansyah sendiri yang dulu menyukai cupang dan kemudian adik fnoviariansyah -fgpermana- sendiri juga menyukai dan mengkoleksi ikan cupang.
yang dikoleksi mulai dari cupang jantan hias sampai cupang hias betina, dimana jantan lebih banyak dari betina.
fgpermana ternyata berkeinginan untuk mengkawinkan cupang-cupang tersebut.
dengan latar belakang tersebut, maka fnoviariansyah disibukkan dengan proses pemijahan yang ternyata berhasil.
kelangsungan hidup hasil pemijahan masih dipertanyakan karena kutu air jenis daphnia sebagai pakan ikan cupang yang berumur tiga sampai sepuluh hari tidak dapat ditemukan di pasaran sehingga harus mengkulturkannya sendiri.
teknik pengkulturan daphnia sudah diketahui dan siap diaplikasikan.
yang menjadi tantangan adalah bibit daphnia tersebut tidak tersedia dipasaran sekitar bogor, mulai dari pasar kebon jahe medeka, toko terang mantarena, pasar anyar, sdn pengadilan, sampai barang siang pun tidak ada.
dengan mencari di alam, menjadi ragu setelah mengetahui, bahwa warna kutu air tergantung dari makanan yang dikonsumsinya. contoh bila kutu air mengkonsumsi ganggang hijau, maka warna kutu ait tersebut menjadi hijau, dan seterusnya.
guna mencapai tujuan dari proses pembelajaran dalam menjadi peternak atau petani ikan, khususnya ikan cupang, maka dimohon bagi yang memiliki kutu air jenis daphnia untuk berbagi informasi yang dimilikinya.
thx,
he he

udah lom ke faperikan?
dapet tuh kutu?
ada halangan nih…